Thursday, March 1, 2012

sebatang tongkat untuk berdiri

malam itu kelam, suram, kurang cahaya
bulan menyepi dari menunjuk muka
sepasang uda dara asyik bermain asmara
bawah rimbunan pohon rumbia, tega
tersudut agak tersorok dari mata
sesusuk tubuh duduk bersama harmonika
mengalun irama tentang masa dan luka
remuk hatinya mengalir airmata duka

sayu,pilu, rindu bercampur menjadi satu
melihat pasangan itu bermesra malu-malu
dia, ya dia, kepunyaannya satu ketika dahulu
kini dipegang, dipeluk, yang lain malah dicumbu
dia hanya mampu melirik dengan rasa berbuku
terimbas kenangan memaut hati kaku
menitis jernihan ditahan namun makin laju
dia mengerti, itu kesalahannya dulu

diam, masih diam dan terpana disana
saat uda dan dara menghilang dari mata
saat itu juga dikesat airmata semua
menyambung semula lagu yang tergendala
melayan hati jiwa rasa yang pasrah dalam rela
iramanya masih seperti yang pertama
tidak mungkin dia terlupa atau alpa
andai ditakdirkan dia miliknya semula
tidak dibiar pisang berbuah kali kedua

rindu? takkanlah kot..hehe

10 comments:

Nurarnida Sabrina said...

kalau ya dpt dimiliki, kau masih mahu? hmm

lieynanilaz said...

lepaskanlah dia...bukan jodoh untuk kamu..

ghost writer said...

baik jauhkan diri dari pasangan yang bercumbu rayu. tak tahan seh nak tengok. haha.

ada rindu tuh, lepas2kan lah.

3no gr33ny said...

andai dia masih di hati nan merana..jangan biarkan hati itu yang berbicara..ajukan keihlasanmu yang nyata..rebutlah kembali segalanya

Tukang Karut said...

ok apa pisang berbuah dua kali... untung oooo...

a.samad jaafar said...

yang aku tahu..aku suka tengah yg berumbu-cumbu ituh..! kihkihkih

dill said...

saye rindu awak.

eh!

dill.

ILA HonEyBuNNy said...

rindu la tu...

biarkan rindu itu pergi jauh2..;)

Dreamer said...

Ada lagu yang tajuknya "sebatang tongkat untuk berdiri"?

Tertanya-tanya @_@

c'axoera ヅ said...

tak kan mungkin ia terjadi lagi jika ada ruang utk dimiliki.....